UPTD Puskesmas Blang Cut secara aktif memberikan pendampingan rujukan bagi balita yang mengalami gizi buruk dan stunting ke RSUD Cut Meutia

LHOKSEUMAWE - Langkah krusial ini diambil guna memastikan balita yang membutuhkan penanganan medis intensif segera mendapatkan pemeriksaan komprehensif dari dokter spesialis anak di fasilitas kesehatan yang lebih tinggi. Melalui program ini, petugas kesehatan dari UPTD Puskesmas Blang Cut mendampingi orang tua dari proses administrasi hingga pemeriksaan awal di rumah sakit untuk memastikan anak mendapatkan perawatan yang optimal.  (30/10/2026)
Secara medis, penanganan gizi buruk (severe acute malnutrition) pada balita memerlukan tata laksana yang terstruktur untuk mencegah komplikasi fatal. Beberapa langkah klinis yang umumnya dilakukan meliputi:
  • Stabilisasi Fase Akut: Petugas medis akan melakukan penanganan segera terhadap kegawatdaruratan seperti hipoglikemia (kadar gula darah rendah), hipotermia (suhu tubuh rendah), dehidrasi, serta infeksi berat yang sering menyertai balita gizi buruk.
  • Rehabilitasi Nutrisi Terfokus: Pemberian asupan nutrisi dilakukan secara bertahap menggunakan formula khusus (seperti F-75 dan F-100) atau Ready-to-Use Therapeutic Food (RUTF) guna mengembalikan berat badan ideal tanpa membebani organ tubuh anak.
  • Stimulasi Sensorik dan Pemantauan Rutin: Selain pemberian nutrisi, anak akan diberikan stimulasi psikomotorik serta pemantauan berkala terhadap pertumbuhan antropometri (berat badan, panjang badan, dan lingkar lengan atas) guna memastikan proses pemulihan berjalan baik. (##)