LHOKSEUMAWE – Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mencegah penularan penyakit berbasis lingkungan, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Blang Cut menggelar kegiatan Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) di wilayah kerjanya. Kegiatan ini menargetkan pemantauan langsung pada puluhan sampel rumah tangga yang tersebar di beberapa desa.
Program SKAMRT ini dilaksanakan sebagai langkah nyata pengawasan terhadap kualitas air yang dikonsumsi langsung oleh masyarakat sehari-hari. Petugas Kesehatan Lingkungan (Sanitarian) dari UPTD Puskesmas Blang Cut turun langsung ke lapangan guna memastikan pemenuhan standar kesehatan air dari aspek fisik, kimia, maupun mikrobiologi.
Metode Pemeriksaan di Lapangan
Dalam pelaksanaannya, tim kesehatan Puskesmas menerapkan metode terpadu yang meliputi:
Dalam pelaksanaannya, tim kesehatan Puskesmas menerapkan metode terpadu yang meliputi:
- Wawancara & Observasi: Petugas mewawancarai pemilik rumah mengenai perilaku pengelolaan air minum (seperti kebiasaan memasak air) serta melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di sekitar sumber air bersih guna memetakan potensi risiko cemaran lingkungan.
- Pengambilan Sampel Air: Petugas mengambil sampel air langsung dari sarana air bersih warga, salah satunya sumur gali tradisional, untuk kemudian dimasukkan ke dalam botol steril laboratorium.
- Pengujian Parameter Lapangan: Menggunakan peralatan khusus (seperti pengukur kualitas fisik/kimia portabel dan wadah pendingin sampel), petugas menguji kelayakan air guna mendeteksi kadar zat terlarut serta indikasi cemaran bakteri merugikan seperti E. coli.

Kepala UPTD Puskesmas Blang Cut menjelaskan bahwa air yang terlihat jernih secara kasat mata belum tentu sepenuhnya aman untuk langsung dikonsumsi. "Melalui surveilans berkala ini, kami dapat memetakan kualitas sumber air warga sekaligus memberikan edukasi secara personal mengenai pentingnya menjaga kebersihan penampungan air dan cara pengolahan air yang benar sebelum diminum," ujarnya.
Apabila dalam hasil pengujian laboratorium ditemukan adanya sampel air yang tidak memenuhi syarat kesehatan, pihak Puskesmas berkomitmen untuk memberikan pembinaan, penyuluhan kesehatan lingkungan, serta rekomendasi perbaikan sarana air kepada rumah tangga terkait. (##)
Melalui kesuksesan program SKAMRT ini, diharapkan kesadaran masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Blang Cut terhadap kebersihan air minum semakin meningkat, demi mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari risiko penyakit bawaan air (water-borne diseases).
.png)